Ayat Yang Turun Pertama dan Terakhir

Ayat Yang Turun Pertama dan Terakhir

Ungkapan bahwa Rasulullah SAW menerima Qur`an yang diturunkan kepadanya itu mengesankan suatu kekuatan yang dipegang seseorang dalam menggambarkan segala yang turun dari tempat yang lebih tinggi. Hal itu karena tingginya kedudukan Qur`an dan agungnya ajaran-ajarannya yang dapat mengubah perjalanan hidup manusia, menghbungka langit dan bumi, dan dunia dengan akhirat. Pengetahuan mengenai sejarah perundang-undangan Islam dari sumber pertama- dan pokok-yaitu Qu`an- akan memverikan kepada kita gambaran mengenai pentahapan hukum dan penyesuaiannya denga keadaan tempat hukum itu diturunkan, tanpa adanya kontradiksi antara yang lalu dengan yang akan datang. Hal demikian memerlukan pembahasan mengenai apa yang pertama kali turu8n dan yang dan apa yang terakhir kali. Demikian pula pembicaraan mengenai apa yang pertama kali dan terakhir kali turun itu memerlukan pembahasan mengenai segala peundang-undangan ajaran-ajaran Islam, seperti makanan, minuman, peperangan, dan lain sebagainya.
Dalam hal apa yang pertama kali diturunkan dan apa yang terakhir kali, para ulama mempunyai banyak pendapat, yang akan kami ringkaskan dan pertimbangkan didalam pembahasan berikut ini.
I. Yang Turun Pertama Kali.
1. Pendapat yang paling sahih mengenai yang pertama kali turun ialah firman Allah :
`Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan perantaran kalam , Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.` (al-`Alaq : 1-5 ).
Pendapat ini didasarkan pada suatu hadis yang diriwayatkan oleh dua syeikh ahli hadis dan yang lain, dari Aisyah r.a yang mengatakan :
` Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar diwaktu tidur. Dia melihat dimimpi itu datangnya bagaikan terangnya dipagi hari. Kemudian dia suka menyendiri, dia pergi kegua Hira` untuk beribadah beberapa malam. Untuk itu ia membawa bekal, kemudian ia pulang kepada Khadijah r.a maka Khadijah membekali seperti bekal yang dulu. Di gua Hira` dia dikejutkan oleh suatu kebenaran. Seorang malaikat datan kepadanya dan mengatakan : ` Bacalah` Rasulullah SAW menceritakan, maka akupun menjawab `aku tidak pandai membaca` . malaikat tersebut kemudian memelukku sehingga aku merasa amat payah. Lalu aku dilepaskan, dan dia berkata lagi ` Bacalah`! maka akupun menjawab `Aku tidak pandai membaca`. Kemudian dia merangkulku dengana kedua kali, sehingga aku merasa amat payah. Kemudian ia lepaskan lagi, dan berkata ` Bacalah` Aku menjawab ` aku tidak pandai membaca` maka ia merangkulku untuk ketiga kali, sehinggga aku kepayahan, kemudian ia berkata ` Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan�` samapi dengan �.` Apa yang tidak diketahuinya`, ( Hadis ).
2. Dikatakan pula, bahwa yang pertama kali turun adalah firman Allah : yaa ayyuhal mudatsir ( wahai orang yang berselimut ).
Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh dua syaikh ahli hadis :
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman; dia berkata : Aku telah bertanya kepada Abu Jabir bin Abdullah; yang manakah diantara Qur`an itu yang turun pertama kali ? dia menjawab : Yaa ayyuhal mudassir. Aku bertanya lagi : ataukah Iqra` Bismi rabbik ? dia menjawab : Aku katakan kepadamu apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada kami : ` Sesungguhnya aku berdiam diri di gua hira`. Maka ketika habis masa diamku, aku turun dan aku telusuri lembah. Aku lihat kemuka, kebelakang, kekanan dan kekiri. Lalu aku lihat kelangit, kemudian aku melihat jibril yang amat menakutkan. Maka aku pulang ke Khadijah. Khadijah memerintahkan mereka untuk menyelimuti aku. Lalu Allah menurunkan ` Wahai orang yang berselimut; bangkitlah lalu berilah peringatan.`
Mengenai hadis Jabir ini, dapatlah dijelaskan bahwa pertanyaan itu mengenai surah yang diturunkan secara penuh. Jabir menjelaskan bahwa surah al Mudassirlah yang turun secara penuh sebelum surah Iqra` selesai diturunkan. Karena yang turun pertama sekali dari surah Iqra` itu hanya permulaan saja. Hal yang demikian uga diperkuat oleh hadis Abu Salamah dari Jabir yang terdapat dalam sahih Bukhari dan Muslim. Jabir r.a berkata : `Aku telah mendengar Rasulullah SAW ketika ia berbicara mengenai terputusnya wahyu, maka katanya dalam pembicaraan itu, `Ketika kau berjalan, aku mendengar suaradari langit. Lalu aku angkat kepalaku. Tiba-tiba aku melihat malaikat yang mendatangi aku dia gua hira` itu duduk diantara kursi langit dan bumi. Lalu aku pulang dan aku katakan : Selimuti aku ! Mereka pun menyelimuti aku. Lalu Allah menurunkan : Yaa ayyuhal mudassir.`
Hal ini menunjukkan bahwa kisah tersebut lebih kemudian dari pada kisah di gua hira`. Atau Mudassir itu adalah surah pertama yang diturunkan setelah terhentinya wahyu. Jabir telah mengeluarkan yang demikian ini dengan ijtihadnya. Akan tetapi riwayat Aisyah lebih mendahuluinya. Dengan demikian maka ayat Qur`an yang pertama kali turun secara mutlak ialah Iqra` dan surah yang pertama diturunkan secara lengkap dan pertama diturunkan setelah terhentinya wahyu ialah Yaa ayyuhal mudassir, dan surah yang pertama turun untuk risalah ialah Yaa ayyuhal mudassir dan untuk kenabiannya ialah Iqra`.
3. Dikatakan pula, bahwa yang pertama kali turun ialah surah Fatihah.
Mungkin yang dimaksudkan ialah surah yang pertama kali turun secara lengkap.
4. Disebutkan juga bahwa yang pertama kali turun adalah Bismillahirrahmanirrahim
Karena basmalah itu turun mendahului setiap surah. Dalil-dalil pendapat diatas hadis-hadis mursal. Pendapat pertama yng didukung oleh hadis Aisyah itulah pendapat yang kuat dan mashur.
Azzarkasyi telah menyebutkan didalam kitabnya al-Burhaan, hadis Aisyah yang menyebutkan bahwa yang pertama kali turun adalah Iqra` Bismirabbikal ladzi khalaq dan hadis Jabir yang menegaskan bahwa yang pertama kali turun ialah Yaa ayyuhal mudassir kum faandzir. Kemudian ia berkata : ` sebagian besar ulama` menyatukan keduanya itu, bahwa Jabir mendengar Nabi menyebutkan kisah permulaan wahyu dan dia mendengar bagian akhirnya, sedang bagian pertamanya dia tidak mendengar. Maka dia ( jabir ) menyangka bahwa surah yang didengarnya itu adalah yang pertama kali diturunkan, padahal bukan. Memang surah mudassir itu adalah surah pertama. Yang diturunkan setelah surah Iqra` dan setelah terhentinya wahyu. Hal itu juga termuat dalam sahih Bukhari dan Muslim dari Jabir r.a bahwa Rasulullah SAW dikala itu sedang membicarakan masalah terhentinya wahyu, didalam hadis itu dia berkata : ` Ketika Aku berjalan, aku mendengar suaradari langit, lalu ku angkat kepalaku. Tiba-tiba yang datang kepadaku malaikat yang kulihat ketika aku di gua Hira` duduk diatas kursi yang terletak diantara langit dan bumi. Sehingga aku pun terasa ketakutan sekali, kemudian aku pulang dan berkata : selimuti aku ! lalu Allah menurunkan ` Wahai orang yang berselimut;bangkitlah lalu berilah peringatan.`
Dalam hadis ini ia memberitahukan tentang malaikat yang datang kepadanya di gua hira` sebelum saat itu. Didalam hadis Aisyah ia memberitahukan bahwa turunnya Iqra` itu di gua Hira`. Dan bahwa Iqra` itu wahyu pertama yang turun. Kemudian setelah iti wahyu terhenti. Sedang dalam hadis Jabir ia memberitahukan bahwa wahyu berlangsung kembali setelah turunnya Yaa ayyuhal mudasir.
Dengan demikian dapatlah diketahui bahwa `Iqra` adalah wahyu yang pertama kali diturunkan secara mutlak, dan bahwa `Mudassir` diturunkan sesudah Iqra`
Demikian juga Ibnu Hibban mengatakan dalam sahihnya :
`Diantar dua hadis ini tidak ada pertentangan. Sebab yang pertama kali diturunkan ialah Iqra` bismirabbikalladzi khalaq di gua hira`. Ketika kembali kepada Khadijah r.a dan Kadhijah menyiramkan air dingin kepadanya. Allah menrunkannya dirumah Khadijah ini : Yaa ayyuhal mudassir.. maka jelaslah bahwa ketika turun kepada beliau Iqra`; ia pulang lalu berselimut, kemudian Allah menurunkan Yaa ayyuhal mudassir`.
Juga ada dikatakan bahwa yang pertama kali turun ialah surah fatihah. Hadis yang menunjukkan hal ini diriwayatkan melalui Abu Ishaq dari Abu Maesaroh; dia berkata : ` Rasulullah SAW mendengar suara, ia berlari. Ia menyebutkan turunnya malaikat kepadanya serta kata-kata malaikat itu : `Katakanlah : `Alhamdulillahirabbil `alamiin`�.dan seterusnya.
Qadi dalam kitabnya al-Intisar mengetakan bahwa hadis ini munqati. Maka tetap kuatlah pendapat yang mengatakan bahwa yang pertama kali turun ialah Iqra` bismi rabbik, dan sesudah itu pendapat yang menyatakan bahwa yang pertama kali turun itu adalah Yaa ayyuhal mudassir. Cara menyatukan pendapat-pendapat diatas bahwa ayat yang pertama kali turun itu Iqra` bismi rabbik, dan ayat mengenai perintah tabligh ( untuk penyampaian ) yang pertama kali turun ialah Yaa ayyuhal mudassir. Sedang surah yang pertama kali turun ialah al-Fatihah. Hal yang demikian ini sepeti yang terdapat didalam hadis :
` Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah shalat.` 1 dan ` Yang pertama kali diputuskan mengenai seorang hamba adalah mengenai urusan darah.` 2
Penyatuan kedua hadis itu adalah: ` Yang pertama kali seorang hamba diadili dalam hal kedzaliman yang terjadi sesama hamba Allah adalah urusan darah; sedang yang pertama kali dihisab dari seorang hamba dalam hal kewajiban-kewajiban badaniah adalah salat.`
Juga dikatakan bahwa yang pertama kali turun mengenai kerasulan adalah Yaa ayyuhal Mudassir. Dan yang pertama kali turun mengenai kenabian adalah Iqra` bismi rabbik. Hal itu disebabkan para ulama mengatakan bahwa firman Allah Iqra` bismirabbik itu menunjukkan kenabian Muhammad saw. Sebab kenabian itu adalah wahyu kepada seseorang melalui perantaraan malaikat dengan penugasan khusus. Sedang firman Allah Yaa ayyuhal mudassir,qum faandzir itu menunjukkan kerasulannya, sebab kerasulan itu adalah wahyu kepada seseorang dengan perantaraan malaikat dengan penugasan umum. 3
II. Yang Terakhir Kali di Turunkan
1. Dikatakan bahwa ayat terakhir yang diturunkan itu adalah ayat mengenai riba.
Ini didasarkan pada hadis yan dikeluarkan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas, yang mengatkan : ` Ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat mengenai riba`. Yang dimaksdukan ialah firman Allah :
`Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba.` ( al-Baqarah : 278 ).
2.Dan dikatakan pula bahwa ayat Qur`an yang terakhir turun adalah firman Allah :
`Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.` (al-Baqarah : 281 ).
Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh an-Nasa`i dan lain-lain, dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair: ` Ayat Qur`an terakhir turun ialah : `Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.` ( al-Baqarah : 281 ).
3. Juga dikatakan bahwa yang terakhir turun ialah ayat mengenai utang
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Said bin al-Musayyab: ` Telah sampai kepadanya bahwa ayat Qur`an yang paling muda di arsy ialah ayat mengenai utang.` Yang dimaksudkan ialah ayat :
`Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.`( al-Baqarah : 282 ).
Ketiga riwayat itu dapat dipadukan, yaitu bahwa ketiga ayat tersebut diatas diturunkan sekaligus seperti tertib urutannya didalam mushaf. Ayat mengenai riba, ayat pelihara dirimu dari azab yang terjadi pada suatu hari kemudian ayat mengenai utang, karena ayat-ayat itu masih satu kisah. Setiap perawi mengabarkan bahwa sebagian dari yang diturunkan itu sebagi yang terakhir kali, dan itu memang benar. Dengan demikian maka ketiga ayat itu tidak saling ber tentangan.
4. Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali diturunkan ialah ayat mengenai kalalah.
Bukahri dan Muslim meriwayatkan dari Brra` bin `azib ; dia berkata : ` ayat yangvterakhir kali turun ialah :
`Mereka meminta fatwa kepadamu . Katakanlah : `Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah ( an-Nisa`: 176 ).
Ayat yang terakhir kali turun menurut hadis Barra` ini adalah berhubungan dengan masalah warisan.
5. Pendapat lain menyatakan bahwa, yang terakhir turun adalah firman Allah :
`Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri�` sampai dengan akhir surah.
Dalam al-Mustadrak disebutkan, dari Ubai bin Ka`ab yang mengatakan : `Ayat terakhir kali diturunkan : sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri�.` ( at-Taubah : 128-129 ) sampai akhir surah. Mungkin yang dimaksudkan adalah ayat terakhir yang diturunkan dari surah at-Taubah. Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa hadis ini memberitahukan bahwa surah ini adalah surah yang diturunkan terkhir kali , karena ayat ini mengisyaratkan wafatnya Rasulullah SAW sebagaiman dipahami oleh sebagian sahabat. Atau mungkin surah ini adalah surah yang terakhir kali diturunkan.
6. Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali turun adalah surah al-Maidah.
Ini didasarkan pada riwayat Tirmizi dan Hakim. Dari Aisayah r.a tetapi menurut pendapat kami, surah itu surah yang terakhir kali turun dalam hal halal dan haram. Sehingga tak satu hukum pun yang dinasikh didalamnya.
7. Juga dikatakan bahwa yang terkhir kali turun ialah firman Allah :
`Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya : `Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.` ( al-Imran : 195 ).
Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih melalui Mujahid, dari Ummu salamah; dia berkata: ` Ayat yang terakhir kali turun adalah ayat ini: ` Maka Tuhanmu memperkenankan permohonan mereka: `Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kaummu�` sampai akhir ayat tersebut.
Hal itu disebabkan dia ( Ummu Salamah ) bertanya : Wahai Rasulullah , aku Melihat Allah menyebutkan kaum lelaki akan tetapi tidak menyebutkan kaum perempuan. Maka turunlah ayat :
`Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain,`(an-nisa` : 32 )
dan turun pula
` Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim.` ( al-Ahzab: 35 ).
Serta ayat ini : ` Maka Tuhan mereka�.` Ayat ini adalah yang terakhir diturunkan dari ketiga ayat diatas. Ia ayat terakhir yang diturunkan yang didalamnya tidak hanya disebutkan kaum lelaki secara khusus.
Dari riwayat itu jelaslah bahwa ayat tersebut yang terakhir kali turun diantar ketiga ayat diatas. Dan yang terakhir turun dari ayat-ayat yang didalamnya disebutkan kaum perempuan.
8. Ada juga dikatakan bahwa ayat terakhir yang turun ialah ayat :
`Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu`min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.` ( an-Nisa`: 93 ).
Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Bukhari dan yang lain dari Ibbn Abbas yang mengatakan : ` Ayat ini ( Barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah jahannam) adalah ayat yang terakhir diturunkan dan tidaj di nasikh oleh apa pun.`
Ungkapan ` Ia tidak di nasikh oleh apa pun` iti menunjukkan bahwa ayat itu ayat yang terakhir turun dalam hal hukum membunuh seorang mukmin dengan sengaja.`
9. Dari Ibn Abbas dikatakan ; Surah terakhir yang diturunkan ialah:
Apa bila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.`
Pendapat-pendapat ini semua tidak mengandung sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah SAW masing-masing merupakan ijtihad dan dugaan. Mungkin pula bahwa masing-masing mereka itu memberi tahukan mengenai apa yang terakhir diturunkan dalam hal perundang-undangan tertentu. Atau dalam hal surah terakhir yang diturunkan secara lengkap seperti setiap pendapat yang telah kami kemukakan diatas. Adapun firman Allah : `Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.` (al-Maidah : 3 ) maka ia diturunkan di Arafah tahun haji perpisahan ( wada` ).
Pada lahirnya ia menunjukkannpenyempurnaan kewajiban dan hukum. Telah pula diisyaratkan diatas, bahwa riwayat mengenai tutrunnya ayat riba, ayat utang piutang, ayat kalalah dan yang lain itu, setelah ayat ketiga surah al-Maidah. Oleh karena itu para ulama menyatakan kesempurnaan agama didalam ayat ini. Allah telah mencukupkan nikmat-Nya kepada mereka dengan menempatkan mereka dinegeri suci dan membersihkan orang-orang musyrik dari padanya serta menghajikan mereka dirumah suci. Tanpa disertai oleh seorang musyrik pun; padahal sebelumnya orag-orang musyrik berhaji pula dengan mereka. Yang demikian itu termasuk nikmat yang sempurna, ` dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku.`
Qadi Abu bakar al Baqalani dalam intisar ketika mengomentari berbagai riwayat mengenai yang terakhir kali diturunkan menyebtkan : : pendapat-pendapat ini sama sekali tidak di sandarkan kepada Nabi saw. Boleh jadi pendapat itu diucapkan orang ksrena ijtihad atau dugaan saja. Mungkin masing-masing menreitahukan mengenai apa yang terakhir kali didengarnya dari Rasulullah SAW pada saat ia wafat atau tak seberapa lama sebelum ia sakit. Sedang yang lain mungkin tidak secara langsung mendengar dari Nabi. Mungkin juga ayat itu yang dibaca terakhir kali oleh Rasulullah SAW bersama-sama dengan ayat yang turun diwaktu itu. Sehingga disuruh untuk menuliskan sesudahnya, lalu dikiranya ayat itulah yang terakhir diturunkan menurut tertib urutannya.` 4
III. Yang Mula-Mula Ditutrunkan Menurut Persoalannya
Para ulama juga membicarakan ayat-ayat yang mula-mula diturunkan berdasarkan persoalan-persoalan tertentu. Diantaranya :
1.Yang pertama kali turun mengenai makanan
ayat pertama yang diturunkan di mekkah adalah satu ayat dalam surah al-An`am:
`Katakanlah: `Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang`.(al-an`am : 145 ).
Kemudian satu ayat dalam surah an-Nahl :
`Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni`mat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.` ( an-Nahl : 114-115 ).
Lalu satu ayat dalam surah al-Baqarah :
`Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah . Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(al-Baqarah : 173 ).
Selanjutnya satu ayat dalam surah al-Ma`idah :
`Diharamkan bagimu bangkai, darah , daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya , dan yang disembelih untuk berhala. Dan mengundi nasib dengan anak panah , adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( al-Ma`idah : 3 ).
2.Yang pertama kali diturunkan dalam hal minuman.
Ayat yang pertama kali diturnkan mengenai khamar adalah satu ayat dalam surah al-Baqarah:
`Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: `Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya.` ( al-Baqarah : 219 ).
Kemudian satu ayat dalam surah an-Nisa`:
`Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.` ( an-Nisa`: 43 ).
Lalu satu ayat dalam surah al-Ma`idah :
`Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu.`( al-Ma`idah : 90-91 )
Dari Ibn Umar ia berkata: ` Telah diturunkan tiga ayat mengenai Khamer, yang pertama mereka bertanya kepadamu tentang khamar�..dikatakan kepada mereka : kahamar itu diharamkan, maka mereka bertanya: ` Wahai Rasulullah biarkan kami memanfaatkannya seperti dikatakan Allah` Rasulullah diam,lalu turun ayat ini; ` Janganlah kamu salat sedang kamu dalam keadaan mabuk. Maka dikatakan kepada mereka bahwa khamar itu diharamkan. Tetapi mereka berkata: Wahai Rasulullah kami tidak akan meminumnya menjelang waktu salat.` Maka Rasulullah pun diam pula, lalu turunlah ayat ini.: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar dan berjudi, maka kata Rasulullah SAW kepada mereka` khamar sudah di haramkan.`
3.Yang pertama kali diturunkan mengenai perang.
Dari Ibn Abbas dikatakan ` Ayat yang pertama kali diturunkan mengenai perang adalah:
`Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,( al-Hajj : 39 ). 6
VI. Faedah pembahasan ini
Pengetahuan mengenai ayat-ayat yang pertama kali dan terakhir kali diturunkan itu mempunyai banyak faedah. Yang terpenting diantaranya ialah.
• Menjelaskan perhatian yang diperoleh Al-Quran Al-Karim guna menjaganya dan menentukan ayat-ayatnya para sahabat telah menghayati Qur`an ini ayat- demi ayat. Sehingga mereka mengerti kapan dan dimana ayat itu diturunkan, mereka telah menerima ayat-ayat dari Rasulullah SAW yang diturunkan kepadanya dengan sepenuh hati, hati-hati dan percaya bahwa Al-Quran adalah dasar agama, penggerak iman dan sumber kemuliaan dan kehormatannya. Dan ini membawa akibat positif yaitu bahwa Al-Quran Al-Karim selamat dari perubahan dan kekacau balauan `Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.` ( al-hijr: 9)
• Sejarah sumbernya yang pokok. Ayat-ayat Quran dapat Mwngwtahui rahasia perundang-undangan Islam menurut mengatasi persoalan kejiwaan manusia dengan petunjuk Ilahi, dan mengantarnya dengan cara-cara yang bijaksana dan menempatkan mereka ketingkat kesempurnaan. Ia dapat bertahan dalam menetapkan hukum-hukum, sehingga dengan demikian cara hidup mereka menjadi benar dan urusan masyarakat berada pada jalan yang lurus.
• Membedakan yang nasikh dan yang mansukh, kadang terdapat dua ayat atau lebih dalam satu masalah, tetapi ketentuan hukum dalam satu ayat berbeda dengan ayat lain, apa bila diketahui mana yang pertama kali diturunkan kemudian menasakh ( menghapus ) ketentuan ayat yang diturunkan sebelumnya.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s